Amarah-ku
oleh: Sariani
kebencian yang membayangiku
tak pernah lari dari hidupku
untuk memikirkan kesalahanmu terhadapku
tak mudah bagiku untuk menghitungnya
marah,benci,dan sayangku
selalu menyapaku dikegelapan malam
kicauan burung yang merdu
tak terdengar lagi olehku
pancaran sinar mentari
tak kurasakan lagi dengan kehangatan
aku terhenyak dan menangis
kini.......
amarahku...
telah terdampar di tepi jiwa yang tak berujung
hatiku tersayat oleh semua sikapmu terhadapku
Pekanbaru, 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar