IJINKAN AKU
oleh: Tulus Purwanto
kepada Sari
masih adakah sepi yang mengoyak koyak jiwamu
hingga engkau terkapar antara asa yang membias
menjadi perih yang kian mengiris
bertatap rupa dengan duka yang terus membayang
pada bola matamu yang berkaca
dan luka kian menganga oleh sepi yang semakin gila
menyiksamu hingga ke liang nyawa
mari...
ijinkan aku merajut sulam jiwamu yang koyak
dengan benang kasih yang kupintal dari helaian kesabaran
yang terserak dalam padang sukmaku
agar engkau mampu menangkap warna pelangiku
yang melengkung ke tepian telaga jiwamu
hingga engkau sanggup mencipta segala asa
dalam lembaran kebahagiaan yang nyata.
Pekanbaru, 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar